Rabu, 17 April 2013

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2


Choose the letter of the underlined word or group of words that is not correct.

1.       Nobody know when the process of glass-making was invented.
                      A                       B                                 C          D
Answer:
A.      Know
Nobody knows when the process of glass-making was invented.

2.       The languages of the world presents a vast array of structural similiarities and defferences.
                                                    A                   B                             C                      D
 Answer:
A.      Presents
The languages of the world present a vast array of structural similiarities and defferences.

3.       The rise of multinationals have resulted in a great deal of legal ambiguity because multinationals can operate
                                              A        B                                                                                           C      D
       in so many jurisdictions.
 Answer:
A.      Have
The rise of multinationals has resulted in a great deal of legal ambiguity because multinationals can operate in so many jurisdictions

4.       All of the east-west interstate highways in the United States has even numbers, while north-south interstate 
                                                                                                 A                B
       highways are odd-numbered.
                 C            D
Answer:
A.      Has
All of the east-west interstate highways in the United States have even numbers, while north-south interstate highways are odd-numbered.

5.       When a massive star in the large Magellanic Cloud exploded in 1987, a wave of neutrinos were detected on 
          A                                                                            B                                                     C         D
      Earth.
Answer:
B.      Were
When a massive star in the large Magellanic Cloud exploded in 1987, a wave of neutrinos was detected on Earth.

6.       Every open space in the targeted area that has grass and a few bushes are occupied by the white-crownes 
                                               A                      B                                       C       D  
      sparrow .
Answer:
C.      Are
Every open space in the targeted area that has grass and a few bushes is occupied by the white-crownes sparrow .

7.       Krakatoa is remembered as the volcano that put so much ash into the air that sunsets around the world 
                             A                                           B
       was affected for two years afterward.
        C                                     D
Answer:
B.      Put
Krakatoa is remembered as the volcano that puts so much ash into the air that sunsets around the world was affected for two years afterward.

8.       The term “Yankee” was orginally a nickname for people from New England, but now anyone from the 
                                      A
       United States are reffered to as a Yankee.
                       B       C        D
Answer:
C.      Are
The term “Yankee” was orginally a nickname for people from New England, but now anyone from the United States is reffered to as a Yankee.

9.       A network of small arteries, mostly sandwiched between the skin and the underlying muscles, supply blood 
                                                                   A                                                     B                          C      D
      to the face and scalp.
      Answer:
      D.      Supply
      A network of small arteries, mostly sandwiched between the skin and the underlying muscles, supplies blood to the face and scalp.

10.   Mesquite is a small tree in the Southwest who can withstand the severest drought.
                     A      B                                      C              D
 Answer:
D.      Who
Mesquite is a small tree in the Southwest which can withstand the severest drought.

Rabu, 20 Maret 2013

TUGAS BAHASA INGGRIS

GREGORIUS BAYU ANJARDI
NPM      : 12209210
KELAS  :  4EA09


EXCERCISE A

2. EACH DAY PRACTICED THE PIANO FOR HOURS.
THE SENTENCE ARE WRONG BECAUSE THERE IS NO SUBJECT AND OBJECT


EXCERCISE B

1. DURING THE MEETING IN THE OFFICE DISCUSSED THE SCHEDULE
THE SENTENCE ARE WRONG BECAUSE THERE IS NO VERB


EXCERCISE C

10. NASA's Lyndon B. Johnson Space Center _________ control center for the Mercury, Gemini and Apollo space.

a.was at the         b. it was the       c.was the     d. the

The correct is C. WAS THE, because is the verb an the others not verb.

Minggu, 13 Januari 2013

PERAN ETIKA BISNIS DALAM KEHIDUPAN EKONOMI

A. Pengantar
Bila dikaji lebih mendalam, filsafat bukanlah ilmu yang tidak memiliki relevansi dengan ilmu-ilmu lain. Dan filsafat tidak hanya mengawang-ngawang, namun filsafat justru memiliki kajian yang nyata dan realistis dan tidak lepas dari keterkaitan masalah-masalah kehidupan manusia.
Etika merupakan salah satu cabang dari filsafat yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia, yaitu kehidupan ekonomi. Filsafat tidak sekedar berdialog dengan realitas social ekonomi yang ada namun juga ikut serta menyumbangkan gagasan pemecahan permasalahan yang menyimpang didalam dunia bisnis pada umumnya dan bisnis perbankan pada khususnya. Karna itu, Etika bisnis berusaha menanggulangi penyimpangan-penyimpangan yang seharusnya sejalan dengan prinsip-prinsip etika bisnis bangsa Indonesia yang mengakar tau sistem nilai masyarakat kita. Penyimpangan dari bisnis diatas seperti halnya, gaya penipuan yang semakin canggih seperti Mark-up pemalsuan data, penerbitan surat berharga fiktif, praktek money laundering, saling menjatuhkan, persaingan yang tidak sehat, uang, sogok, yang semir, kolusi pencairan dana, pembocoran rahasia, ekspor fiktif yang menghebohan karena merugikan negara materil maupun imateril.
Dalam pembangunan ekonomi terutama dalam dunia perbankan tidak hanya melihat bidang organisasi, manajemen, perencanaan jangka pandang, sistem informasi, budaya kerja, tapi yang sangat menentukan dan tidak kalah penting dengan lainnya adalah “etika Bisnis”.
Dalam rangka mengantisipasi globalisasi di bidang perdagangan, industri, khususnya sektor perbankan, maka sudah jelas bahwa tidak hanya segi strategi kompetisi , organisasi, teknologi. Namun yang menyangkut bercirikan etika bisnis yang tumbuh dan dijunjung tinggi oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia.
Agar bangsa Indonesia dapat bersaing dengn kompitator internasional, maka akar etika Pancasila tetap dipetahankan bahkan diusahakan sebagai tuan rumah yang mampu mewanai atau menjadi lokomotif etika perekonomian nasional kita walaupun kita telah berada di ambang pintu globalisasi seperti AFTA pada Tahun 2003 dan sejenisnya.
Pemegang peranan penting dalam rangka menghadapi era globalisasi yang serba terbuka ini adalah manusia yang berperilaku. Sejauh mana manusia pebisnis itu memahami etika yang benar. Bagaimana seseorang menghargi suatu pandangan hidup yang memiliki bobot kearifan dan bagaimana seseorang menanggapi lingkungan sekitarnya. Karena itu kalau tidak ditata dan dikembangkan secara sadar, masalah ini tidak bisa menjadi makin kabur dan generasi mendatang tidak tahu lagi apa yang benar dan apa yang tidak benar.
Etika merupakan instrument penting di dalam kehidupan ini, karena etika dapat dipandang sebagai sarana orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab suatu pernyataan yang amat fundamental “bagaimana saya harus hidup dan bertindak”. Etika mau membantu, agar kita lebih mampu untuk mempertanggung jawabkan kehidupan kita. Etika bukan suatu sumber tambah bagi ajaran moral, melainkan merupakan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral.
Etika bisnis itu sendiri sesungguhnya mengacu pada adanya seperangkat aturan-aturan yang berkaitan dengan “profesionalisme Code of Conduct” dan aturan main dalam konteks profesionalisme ini dilandasi oleh pandangan-pandangan moral tentang nilai-nilai apa yang benar dan salah.
Etika bisnis merupakan patokan atau rambu perilaku yang menentukan apa yang baik dan yang tidak baik dalam suatu tindakan. Ia berbeda dengan dogma agama dan juga merupakan produk hukum.
Bagi Indonesia saat ini yang sedang terlibat dalam gemuruhnya proses pembangunan nasional atau pengembangan perekonomian nasionalnya seyogayanya lebih memahami yang namanya etika bisnis. Arti dan esensi yang sebenarnya etika bisnis itu bagaimana ?
Walaupun nampaknya diatas adanya pola arah perilaku yang berlandaskan tata nilai dan norma atau ukuran yang seharusnya dilandasi falsafah Pancasila, tetapi nampak ada penyimpangan maupun kecenderungan-kecenderungan baru didalam pengaruh era globalisasi.
Perkembangan pembangunan ekonomi di era globalisasi ditandai dengan terjadinya bidang kerja, ada penerbit, manajer, manajer pmasaran, manajer keuangan, konsultan, notaries, advokat, dan pengusaha senior maupun pengusaha muda, sehingga tampak bahwa Setelah ada deferensiasi masyarakat, terjadi aliansi kepentingan dan kolusi kepentingan.
Penyimpangan-penyimpangan dalam bisnis sudah tidak mampu dibendung, seperti halnya dalam dunia perbankan. Penyalahgunaan “Secret;y Waiver” semacam surat pernyataan dari nasabah bank untuk melepaskan diri ketentuan dari rahasia bank. Kadang ada pihak banka maupun luar bank dengan kesewenangan menggunakan secara bebas. Secret;y Waiver sebenarnya di Indonesia sudah bisa diterapkan dalam rangka mendapatkan kejelasan tentang nasabah yang menunggak atau sudah bisa mempertanggung jawabkan penggunaan kreditnya. Nasabah bank juga kadang berlindung pada undang-undang perbankan tentang ketentuan rahasia bank.
Perbuatan-perbuatan curang juga kadang terjadi pada penilaian (surveyor) taah dan bangunan, seperti mengatur dan merekayasan bahwa tanah atau rumah yang akan dijadikan jaminan, namun yang ditunjuk sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang ada dibuku tanah atau IMB (Izin mendirikan bangunan).
Bila diamati dunia perbankan, maka ditemukan juga semakin sering menjadi korban kejahatan akibat merebaknya korupsi, pemalsuan dan penipuan dengan sarana komputer dalam praktek perbankan. Namun, yang paling parah adalah adanya fenomena ketidakdisiplinan dari kejujuran pada tingkat pimpinan bank. Bahkan justru mengadakan kolusi yang bobrok, seperti halnya memberi input kepada nasabahnya untuk tidak melunasi hutangnya dengan cara difailitkan sisa kekayaan yang masih ada dijual. Sebagian dari hasil kekayaan yang masih ada dijual. Sebagian dari hasil penjualan itu diberikan sebagai gift kepada pejabat bank. Demikian selolas yang terjadi didalam dunia percaturan ekonomi di negara kita yang tercinta ini. Namun, sebagai insan cinta tanah airnya, sudah pasti tidak hanya berpangku tangan melihat kejadian-kejadian yang tidak bermoral bahkan lebih jauh melanggar aturan-aturan yang ada. Dengan sadar panggilan hati nurani murni dan cinta tanah air itulah maka kita tidak pernah berhenti bertanya kenapa penyimpangan-penyimpangan di atas selalu terjadi, dan bagaimana melurus-kannya.

B. Evaluasi
Pelaku bisnis yang dikaitkan dengan etika adalah manusia itu sendiri. Oleh karena manusia itu bukanlah makhluk yang berdiri sendiri yang dapay mempertankan kediriannya tanpa ada perubahan-perubahan sikap atau penampilan, namun ia merupakan sosok makhluk yang terdiri dari jasmani rohani, yang mana didalamnya di samping ada yang berbentuk fisik material juga ada immaterial, seperti akal pikiran, emosi, perasaan dan lain sebagainya. Oleh karena itu bilamana manusia dikaitkan dengan makhluk pelaku bisnis yang diharapkan memiliku bobot etika bisnis, maka tidak lepas dari sifat-sifat, kondisi atau keadaan struktur masyarakatnya, yaitu corak lingkungan social politik ekonomi dan budaya masyarakat tersebut.
Penulis tidak heran bilamana mendapat informasi tentang adanya manusia bersifat malaikat, dalam pengertian tidak tergoda akan pengaruh-pengaruh yag tidak bermoral apalagi menyimpang dari norma-norma yang ada dalam suatu masyarakat. Demikian pula penulis tidaklah heran kalau di antara pebisnis ada yag muncul sebagai koboi bank yang bersifat serakah dan sikat kiri kanan tanpa memperdulikan rambu-rambu kesopanan maupun aturan yang ada.
Penampilan-penampilan diatas nampaknya diwarnai atau dipengaruhi oleh beberapa factor :
Pertama : Adalah factor dari dalam diri manusia, seperti suara hati manusia mengalami adanya hukum dalam hati yang tidak ia ciptakan sendiri melainkan sebagai yang harus ia taati. Suara hati itu memerintahkan manusia untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik dan menolak apa yang jahat. Bagi orang yang beriman, manusia mengalami dalam suatu hati seorang diri berada bersama dengan tuhan yang selalu menyapanya. Ada juga manusia yang menentang suara hatinya, menguburkan dalam-dalam teriakan suara hatinya yang terdalam untuk menampilkan suatu perilaku yang tidak terpuji. Karena manusia tersebut suara hatinya tidak menggetarkan dirinya untuk berbuat sesuatu yang baik karena ia telah menjadi tumpul karena kebiasaan berdosa.
Faktor ke dua : adalah melalui budaya seperti halnya alat-alat atau teknologi, yang mana tidak satu unsur pribadi manusia yang luput dari pengaruh teknik. Kemudian selanjutnya adanya “etos” masyarakat yaitu kompleks kebiasaan dan sikap-sikap manusia terhadap waktu, alam dan kerja.
Secara sosiologis etika bisnis merupakan salah satu produk social, merupakan produk lingkungannya. jadi atas dasar hal itu dapat kita katakan bahwa mau tidak mau lingkungan social, politik, ekonomi, budaya dari suatu masyarakat jelas berpengaruh terhadap bagaimana arti, bentuk dan penerapan etika bisnisnya.
Factor lain adalah sangat “inti” karena menyangkut hati dari kebudayaan. Yaitu pemahaman dari masyarakatcara bagaimana menafsirkan dirinya, sejarah dan tujuannya.
Lapisan yang mempengaruhi di sini adalah paham-paham atau keyakinan seseorang sehingga berpikir dan bertindak selalu berusaha sesuai dengan isme-isme yang melatar belakangi dari pihak pelaku bisnis.
Pengaruh lain yang dirasakan dahsat adalah karena adanya era globalisasi yang sangat derasis merubah pembangunan yang bercirikan agraris menjadi industrial area. Bahkan proses pembangunan membuat unsur perubahan tidak saja perubahan fisik tetapi juga perubahan dalam sistem nilai.
Bagaimanapun dahsatnya pengaruh di atas yang memiliki potensi untuk merubah pendirian pelaku bisnis. Namun yang patut dicamkan bahwasanya seseorang atau suatu masyarakat yang sudah siap dan sadar akan posisi dirinya, maka seorang pengusaha atau seorang bankir selalu menempatkan dirinya pada dua sisi, yakni ; mentalitas dan aspek profesionalisme.
Pada prinsipnya profesionalisme juga tidak terlepas dari prinsip-prinsip atau bankir harus yakin bahwa ia sebagai hamba Allah, berperilaku social yakin bahwa ia sebagai hamba Allah, berperilaku social yakni ia utuk kepentingan usaha dagangnya. Ini menyangkut urusan mental. Sebagaimana yang diuraikan oleh Immanuel Kant, tentang mentalitas dewasa ini, sikap hidup hedonistic dan kerakusan merebut peluang cukup menclok. Demi kesenangan dan kepentingan pribadi atau kelompok.
Disadari oleh kant bahwa sukar menetapkan perilaku seseorang di dalam menjalankan suatu tindakan, apakah itu dapat dinilai moralitas atau justru tidak memiliki bobot moralitas. Karena yang kita amati hanyalah apa yang secara lahiriah belaka. Oleh karena itu dengan tegas kant mengatakan bahwa “hanya Allah mampu melihat bahwa tekad batin kita adalah moral dan murni”.
Pelaku bisnis diberbagai lapangan, nampaknya masih jauh dari harapan bilamana perlaku bisnis akan ditempatkan pada posisi makhluk sadar akan kewajibannya sebagai dasar tindakan moral sebagaimana Kant mengatakan bahwa seseorang dianggap moralist dimana tindakannya benar-benar sesuai dengan kewajiban (auspt licht). Tindakan tersebut tidak didasari oleh karena adanya kecenderungan spontan atau selera pribadi, melainkan landasan tindakan itu demi kewajiban semata-mata, inilah tindakan yang baik. Baik pada dirinya sendiri(baik an sich).
Penulis masih berkesimpulan bahwa di Indonesia masih sukar diterapkan konsep moral dan etika Immanuel kant didalam paham imperatif katagoris ini didala dunia bisnis. Factor-faktor yang tidak dapat mewujudkannya karenan beberapa factor yang mempengaruhi pelaku bisnis. Factor-faktor yang tidak dapat mewujudkannya karena beberapa factor yang mempengaruhi pelaku bisnis tersebut. Walaupun tidak semua pebisnis demikian, tetapi pada umumya mereka masih bertindak karena adanya kepentingan sendiri, pertimbangan utung rugi, atau tidakan mereka hanya berusaha menyeseuaikan hukum, agar tidak dikategrikan melanggar hukum.
Di sinilah perlunya perhatian kita terhadap makhluk pebisnis tidak hanya diperhatikan bobot keerampilannya, tetapi benar-benar menyadari keberadaan dan fungsinya. Mereka harus menyadari bahwa kepercayaan dari pemerintah dan rakyat harus dipelihara. Seperti diberinya izin berarti pemerintah mempercayai kepada pemilik bank untuk menarik dan mengelola dana-dana masyarakat. Kalau mereka gunakan dana bank utuk kelompoknya sendiri, itu sama juga merampok negara. Janganlah pemilik bank cenderung menganggap bank adalah kasir mereka dapat di tarik kapan saja untuk kepentingan usaha sendiri. Mental semacam ini terus menghinggapi bank sampai sekarang.
Menurut hasil riset info bank selama ini menunjukkan, remuknya bank karena diperas habis-habisan oleh pemilik dan bankirnya sendiri.

C. Saran-saran
Kegiatan bisnis pada hakekatnya merupakan simbol kehidupan yang dinamis bagi manusia yang memfungsikan jiwa, akal pikiran dan panca inderanya untuk mengantisipasi keberlangsungan keberadaan makhluk yang berpikir didalam suatu konstalasi suasana ruang waktu yang saling terkait.
Dalam rangka mengarungi bahtera yang penuh gelobang dan tantangan, terutama menjelang era globalisasi, maka makhluk pelaku bisnis dan orang-orang yang terkait di tanah air yang tercinta ini, kiranya memperhatikan saran-saran penulis di bawah ini. Sebagai bahan pertimbangan untuk meniti karier dalam dunia bisnis pada umumya dan khususnya dalam dunia bisnis pada umumnya dan khususnya dalam dunia bisnis industi perbankan:
1. Setiap individu yang terlibat langsung dalam sutu kegiatan bisnis. Seharusnya meyakini dirinya bahwa ia bersikap kritis-bijak yaitu adan landasan etika bisnis yang selalu mewarnai setiap buah pikiran, sikap dan performansnya.
Seseorang bankir harus bisa membedakan posisi bank dengan perusahaan. Bangir menghadapi dan pengelolah uang. Pendekatan oprasinya harus penuh dengan kehati-hatian. Oleh karena itu persaingan dala dunia pebankan, tidak hanya pada moral dan asset dan harus besar, atau ROA (retur on eferage assets) dan ROE (Return on Everage Equity) nya harus tumbuh membumbug, tetapi tidan kalah pentingnya adalah bank dan bankir harus menyesuaikan etika perbankan sebagai bankir. Oleh karena itu hendaknya mulai sekarang para pelaku bisnis berlatih keras untuk meningkatkan kesadaran moral, tidak lagi bertindak dengan dasar selera pribadi atau tindakan sekedar menyesuaikan hukum, melainkan landasan tindakan itu demi kewajiban semata-mata. Walaupun itu memang diakui suatu perjuangan yang pahit tetapi mulia.
Bilamana sikap mentalitas imperatif kategoris Immanuel Kant dapat diterapkan didalam dunia bisnis, maka pelanggaran etika apalagi pelaggaran hukum dapat dikikis sedikit demi sedikit.
Penyebab utama adalah semakin mudah para birokrat “untuk main mata” untuk berbagai nikmat dari hasil pelanggaran etika, ini dikarenakan kaburnya pengertian dan criteria, yang mana etis dan tida etis, ukurannya sudah terlampau buram.
Seseorang yang memiliki kemauan moral, bila ia seorang bawahan maka ia berani memberi pertimbangan “kalau perlu menolak dan bahka berhenti”, bila hal yang bertentangan dengan kode etik perbankan masih saja digelindingkan oleh pimpinannya. Seperti halnya disuruh membuat promosi ikhwal pelayanan bank dan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, atau penyinggung bank lain.
2. Perlunya pembinaan terhadap calon pebisnis dan para bankir maupun yang akan memasukkan dunia perbankan tentang pemikiran yang luas dan cakrawala berpikir yang menyeluruh. Peningkaan cara berfikir makro sebelum mikro . Penulis melihat banyak hambatan bahkan merusak pembangunan nasional dan merugikan bank nasional, tidak hanya bertentangan dengan moral pancasila, khususnya dengan sila ke lima, ke adilan social. Karena individu-individu yang mementingkan diri sendiri dengan memperkaya diri atas beban bank. Sebagaimana kita ketahui bahwa bank ialah suatu usaha jasa, yang modal utamanya terdiri dari kepercayaan. Oleh karena itu, yang harus melekat pada setiap keputusan dan langkah adalah “kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi”. Seorang bankir tidak mudah dirasuki oleh paham yang serba materi. Yang mana pertimbangan materialistic selalu menjadi penggerak keputusannya. Konkritnya adalah janganlah menjadi bankir yang materialistic sehingga mudah berpindah dari suatu bank ke bank yang lain, yang dampaknya sangat mengganggu dunia perbankan karena akan menciptakan kemudahan budaya “bajak membajak bankir”
3. Perlu ditumbuh kembangkan keterbukaan dan budaya malu. Harus ada terobosan yang dapat ditempuh. Keterbukaan bank sangat dibutuhkan untuk membuka sesuai batas yang ada, namun sudah mampu menjadi bahan potensi untuk memaklumkan debitur nakal, sebab kalau tidak, keadaan bank tidak sehat akan begini terus. Ada kredit macet perlu diekspos, tidak perlu ditutupi. Sehingga biamana dibiarkan demikian, maka suatu waktu bank itu Go Public, dapat duit bursa. Kemudian duit masyarakat inilah yang digunakan untuk menutupi kerugian yang disebabkan debitur yang punya kredit macet tadi.
4. Sebagaimana tulisan sebelum menyatakan bahwa pada dasarnya makhluk pebisnis tetaplah manusia bukan malaikat. Sehingga tidak lepas dari kebutuhan manusia yang meruang dan mewaktu. Ia memiliki pemahaman-pemahaman etika dan moral bahkan semua aturan yang terkandung di dalam butir-butir keramat sila-sila Pancasila di luar menyuap untuk menunjang kelanjutan hidupnya terancam bahkan ada gejala macet dalam kelanjutan kehidupannya maka dalam keadaan tersebut mereka mudah sekali keluar dari sistem yang legal untuk menabrakrambu-rambu kesopanan, bahkan meningkat ke pelanggaran hukum. Oleh karena itu sangat diperiori-taskan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi karyawan, pegawai negeri, atau birokrat yang sangat banyak pera nannya dalam hal urusan dunia perbankan maupun dunia ekonomi lainnya.
Penulis sangat prihatin tentang hasil survei luar negeri terbukti yang mengatakan bahwa “gaji pegawai negeri di Indonesia rata-rata hanya cukup untuk hidup selama 10 (sepuluh) hari saja”. Pertanyaannya adalah 20 (dua puluh) hari itu ? tidak mungkin menjadi malaikat yang tidak butuh papan sandang dan pangan. Sehingga jalan keluarnya ada ngobyek kiri kanan. Lantas muncullah ekonomi biaya yang tinggi. Kalau dia dibagian perizinan / birokrasi biasanyabanyak tambahan [unthe table] sehinga mengakibat-kan pengusaha asing /investormengundukan diri karena ‘high cost’ yang tidak termasuk kalkulasi. Namun penulis juga menyadari bahwa kenaikan gaji yang berlipat-lipat tidaklah menjadi jaminan ampuh untuk ngerem kerakusan dalam uatu dunia bisnis .godaan yang bergemuru dalam diri manusia ditambah dengan pengaruh kehidupan gemerlapan yang over acting kadang bembuat bankirTIDA tahan mental dan tidak kuat menahan godaan sogokan, suap [bribery]. Seprti hundoro b halim menyuap oknum tim pemeriksa bank Indonesia [BI] sebesar Rp 60.000.000.000,- [enam puluh miliar ] sehingga bank Indonesia hanya mengusulkan agar bank berniagaan [mengganti manajemennya]. Untuk sementara hundoro aman [infobank Edisi khusus juni No.211/1997].
5. Melihat sosok manusia beseta perilaku seharianya tidaklah selalu gambaran yang sebenarnya.karna memang manusia itu sendiri adalah mahluk misteri.Kadang dikira sabar,taat,saleh ternyata pembobol bank atau koboi bank.Demikian pula sebaliknya,nampaknya nakal,seram tidak mudah senyum, namun sangat jujur dan mudah dipercaya.Ada benarnya pepata yang mengatakan”Dalamnya laut dapat diukur tetapi hati orang sukar ditebak”. Yang tahu hanyalah dirinya dan Tuhan Pencipta alam semesta ini.
6. Dalam hal memperbaiki kondisi seseorang terutama menunjang untuk menjadi manusia pengelola usaha, pebisnis yang mental pancasilais dan profesional namun tetap harus ada perangkat perangkat untuk mengawasi seseorang.Seperti halnya para pengawas; ;disini sangat diharap Dewan komisaris,jangan kelompok ini justru dibayar murah,datang seenaknya, tidak ada ruang atau sekedar pajangan person saja, bahkan lebih para lagi bila mana dewan pengawas atau dewan komisaris tidak memahami seluk beluk dunia perbankan.
7. Perlu penambahan Dewan audit karna ini juga berfungsi sebagai dewan pengawas juga pengawas dengan sistm yang bersifat stuktural yakni unit pengawasan intern. Kiranya juga sudah saatnya ditinjau lebih gigih lagi tenteng masih suburnya pengaruh nepotisme dalam dunia perbankan yang pada hakikatnya membuat lemah sistim pengawasan.
8. Adalah: Penegakan hukum. Penulis menyadari bahwa etika bisnis tidak meiliki bobot potensi sanksi.Namun yang ada hanyalah sekedar panggilan hati nurani justru sebenarnya bilamana hati nurani yang mengutuk dan mengukum maka terasa lebih membekas dan membuat orang yang tidak menaati peradilan moral itu tidak dipercayai oleh diriny sendiri. Inilah hukum yang menurut penulis yang sangat sadis bila mana seseorang tidak dipercayai oleh dirinya sendiri. Inilah hukum yang menurut penulis yang sangat sadis bila mana seseorang tidak dipercayai oleh dirinya sendiri. Oleh karna itu, pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang melembaga secara bertahap dan sistimatis mengadakan pembinaan mental bangsa yang akan menjadi asset pembangunan diberbagai bidang. Walaupun pada prinsipnya bangsa Indonesia telah kaya akan nilai-nilai moral yang dapat dijadikan sebagai dasar materi pembinaan, namun tidaklah salah bilamana juga membuka diri dan wawasan dari nilai-nilai yang datangnya dari luar seperti halnya nilai-nilai yang ada di dalam ajaran Immanuel Kant tentang imperatif kategoris.
9. Sebenarnya dengan amat berat kesepakatan suatu masyarakat untuk menciptakan suatu aturan bersama yang harus ditaati oleh warga dan penguasanya. Sebab, aturan tersebut, memiliki bobot sanksi bagi pelanggarnya dengan tidak pandang bulu.
10. Kode etik adalah “seperangkat nilai yang bias mengefektifkan peraturan antara karyawan dan atasan” pada akhirnya sanksi-sanksi menyangkut pelanggaran kode etik tersebut, harus dikembalikan pada masing-masing bank.
11. Hukum memiliki cirri khas yang tegas dan tidak hanya membiarkan sesuatu kerusakan, kejahatan atau pelanggaran rambu-rambu kiri dan kanan tanpa ada sanksinya. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya perlu political will, namun yang perlu adalah commitmen will.
12. Moralitas yang mengarah ke korupsi karna tidak malu menyalahgunakan wewenang. Sebenarnya pejabat tidak perlu melakukan korupsi karena telah memiliki modal dasar, yaitu sumpah jabatan. Dasar moral juga harus memiliki pimpinan informal atau pimpinan agama, sehingga dasar moral ini harus selalu ditumbuhkan.
13. Perlu disamak keputusan organisasi kerjasama ekonomi pembangunan [organization for economic cooperation and development-oecd ]yang telah menyetujui diberlakukanya undang-undang anti penyuapan (bibery). Berdasarkan undang-undang itu sertiap perusahaan multi nasional yang terbukti melakukan penyuapan atau kolusi untuk menda-patkan sebuah proyek dapat diajukan ke pengadilan .
14. Sebernarnya di Indonesia soal pemberantasan korupsi cukup memadai. Peraturan itu kita jadikan base,tetapi yang penting adalah penegak hukum. Dalam hal emforcement,jaksa harus menindak koruptor,polisi juga dilibatkan,pers diberi kebebasan.Pokoknya berbagai bidang atau total foot ball, semua harus disentuh. Juga tidak cukup budaya malu, tetapi juga harus ditumbuhkan budaya bersalah. Keter-bukaan dan usaha menghindari kolusi, korupsi maupun nepotisme akan sangat membantu tumbuhnya perbaikan dunia bisnis terutama dunia perbankan. Usaha tersebut merupakan salah satu inti perjuangan daripada apa yang disebut “reformasi total”.

Rabu, 10 Oktober 2012

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) TERHADAP MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN

Sebagai bagian dari lingkungan dan tatanan masyarakat, kegiatan operasional PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dilakukan dengan mengindahkan kelestarian lingkungan ataupun kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.
Keseriusan dalam pengembangan maupun pembinaan lingkungan sekitar ditunjukkan lewat beberapa program kerja yang telah dilaksanakan.

Pengelolaan Dan Pelestarian Alam

Bagi PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari sebuah pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karenannya, perusahaan telah menerapkan strategi dan program pengelolaan lingkungan. Dalam melaksanakan hal tersebut, perusahaan melibatkan berbagai unsur yang terkait. Untuk pemantauan lingkungan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero_)berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) di masing-masing lokasi pelabuhan. Sementara dengan pengguna jasa pelabuhan dilaksanakan sebuah kerjasama dan koordinasi agar tercipta pola operasi pelayanan kapal dan bongkar muat barang yang ramah lingkungan dan memenuhi batas baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan. Demi mendukung hal tersetbu PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) telah menyediakan Reception Facility dan tongkang ntuk limbah minyak/oli kapal. Untuk pelabuhan yang memiliki sampah laut dan sampah domestik dengan volume cukup besar, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, penggunaan kapal pengumpul sampah dan incenerator (alat pembakar sampah) telah pula diterapkan.

Lingkungan Sosial

Sebagai pelaku ekonomi nasional, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) menyadari betul bahwa perusahaan juga mengemban misi pemerintah dalam mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. Misi tersebut kemudian dijalankan oleh perusahaan melalui Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Program yang dijalankan oleh perusahaan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per 05/MBU2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tanggal 27 April 2007.

Program Kemitraan

Program kemitraan merupakan kegiatan penyaluran dana pinjaman bergulir dan hibah kepada mitra binaan. Sasaran dari kegiatan Program Kemitraan yaitu usaha kecil, baik perorangan atau badan usaha dan koperasi yang mempunyai omset per tahun setinggi-tingginya Rp. 1 miliar atau memiliki aktiva setinggi-tingginya Rp. 200 juta di luar tanah dan bangunan.
Berdasarkan ketentuan yang ada, sumber pendanaan untuk kegiatan PKBL berasal dari bagian pemerintah atas laba perusahaan maksimal sebesar 4% dari laba setelah pajak, hasil bunga pinjaman, bunga deposito dan/atau jasa giro dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan setelah dikurangi beban operasional dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain jika ada. Sementara aktivitas pembinaan kepada mitra mulai dari pendidikan, pelatihan, manajemen hingga pemasaran dan promosi hasil industri. Pelaksanaan program ini tersebar di semua cabang pelabuhan di lingkungan perusahaan serta wilayah-wilayah lain meliputi Jawa Tengan, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2008 dana yang tersedia untuk program ini sebesar Rp. 22,64 miliar sementara yang berhasil disalurkan mencapai Rp. 20,67 miliar yang tersebar kepada 526 Mitra Binaan. Akumulasi penyaluran dana sampai dengan akhir tahun 2008 tercatat Rp. 126,28 miliar dengan jumlah mitra binaan sebanyak 7.827 dari berbagai sektor usaha.

Program Bina Lingkungan

Program Bina Lingkungan difokuskan untuk kegiatan memberdayakan kondisi sosial ekonomi di wilayah usaha perusahaan. Melalui program tersebut diharapkan kondisi sosial masyarakay sekitar perusahaan dapat diberdayakan dan dikembangkan menuju kemandirian dan sinergi. Bagi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), dengan melaksanakan program Bina Lingkungan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan corporate image dan opini masyarakat sekitar perusahaan terhadap keberadaan usaha perusahaan, sehingga dalam jangka panjang dapat tercipta iklim yang kondusif terhadap kegiatan usaha dan pengamanan aset perusahaan (asset safeguarding). Mengacu kepada Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per 05/MBU2007 tentang Petunjuk PElaksanaan Program Kemitraan dan Bina Ungkungan tanggal 27 April 2007, perusahaan telah menyalurkan bantuan Program Bina Lingkungan meliputi enam obyek bantuan, yaitu:
  1. Bantuan kepada korban bencana alam
  2. Bantuan pendidikan dan / atau pelatihan
  3. Bantuan peningkatan kesehatan
  4. Bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum
  5. Bantuan sarana ibadah
  6. Bantuan pelestarian alam

Selama tahun 2010 perusahaan telah menyalurkan bantuan lewat Program Bina Lingkungan sebesar Rp. 28 miliar dan Kemitraan sebesar Rp. 46 miliar.
sumber : http://www.bumn.go.id/pelindo2/tanggung-jawab-sosial/

Rabu, 13 Juni 2012

LIVERPOOL FOOTBALL CLUB









Sejak SD saya sudah menjadi fans salah satu klub sepakbola terbaik di inggris. Klub itu bernama Liverpool fc dengan slogannya yang melegenda yaitu : "YOU'LL NEVER WALK ALONE" 


                                                   
  












Berikut saya ceritakan sejarah lengkap klub favorit saya sejak SD ini.
           Liverpool Football Club, klub sepakbola profesional yang bermarkas di daerah Merseyside, kota Liverpool, barat laut Inggris. Klub yang juga berjuluk The Reds ini berdiri pada 15 Maret 1892, oleh John Houlding. John Houlding mendirikan Liverpool F.C. karena berselisih dengan klub sepakbola Everton F.C. yang ketika itu menyewa lapangan Anfield milik John Houlding. Everton enggan membayar biaya sewa stadion yang dinaikkan oleh John Houlding. Everton F.C. sendiri memutuskan untuk pindah ke Goodison Park.
           Pelatih pertama The Reds, John McKenna, membawa 13 pesepakbola profesional dari Skotlandia ke Liverpool. Untuk menyertai Liga Inggris, Liverpool harus bermain di Liga Lancashire terlebih dahulu. Pertandingan perdana Liverpool pada Liga Lancashire, berkesudahan dengan kemenangan 8-0 di Anfield, atas lawannya Higher Walton. Gol pertama bagi Liverpool dilesakkan oleh Malcom McVean. 
          Hanya delapan musim setelah Liverpool aktif di liga sepakbola Inggris, gelar pertama sebagai juara liga Divisi Satu diraih pada musim 1900/01. Gelar pertama ini sangat berarti dan menjadi pemicu bagi gelar-gelar selanjutnya, bahkan hingga kini. Ketika itu, lewat pertengahan musim, Liverpool masih berada di posisi ke-delapan klasemen sementara. Dalam 12 pertandingan tersisa, Liverpool berhasil menang dalam 9 pertandingan, dan 3 pertandingan lainnya mengutip hasil seri. Para pemain dan staf klub pulang menuju Anfield menaiki kereta kuda –seperti biasanya, selain kereta api- dengan membawa piala pertama sebagai Juara Liga. 
         Satu Desember 1959 menjadi hari yang penting dalam kalender sejarah Liverpool. Hari itu, Bill Shankly resmi menjadi manajer tim Liverpool F.C. Tak seorang pun tahu ketika itu, bahwa Liverpool akan memasuki era kegemilangan. Dalam masa 15 tahun kepemimpinannya (1959-74), Liverpool menjelma menjadi kekuatan baru Eropa.
Tindakan pertamanya ketika menduduki kursi manajer yaitu melepas 24 pemain Liverpool saat itu. Selain itu, ia memboyong Ian St. John dan Ron Yeats dari Skotlandia, serta Roger Hunt, Ian Callaghan, dan Gerry Byrne. Shankly banyak membawa perubahan yang revolusioner dan radikal di Anfield. Diantaranya jadwal latihan, memodernisasi fasilitas latihan, dan metode latihan. Fasilitas latihan Liverpool di Melwood.
         Masuk musim ketiga masa kepengurusannya, Liverpool masuk ke Divisi Satu Liga Inggris setelah menjuarai Divisi Dua. Pada tahun 1964, Liverpool untuk pertama kalinya setelah 17 tahun, berhasil mendulang kembali piala juara pertama Divisi Satu Liga Inggris. Ketika itulah, Bill Shankly mengganti warna kostum Liverpool dari merah-putih menjadi merah-merah. Setelah 15 tahun mengabdi, Bill Shankly akhirnya melepas jabatannya sebagai manajer tim Liverpool F.C., dan ia mencalonkan Bob Paisley sebagai penggantinya. Ia sangat dihormati karena berhasil membawa Liverpool kembali ke divisi satu setelah sebelumnya mendekap di divisi dua selama 8 musim. Untuk menghormati jasanya, dibuatlah patung Bill Shankly di pintu masuk Anfield.

        Sesuai pencalonan oleh Bill Shankly, Bob Paisley menjadi manajer tim Liverpool selanjutnya setelah Bill Shankly. Sembilan musim kompetisi di bawah kepemimpinan Bob Paisley, Liverpool memenangi 21 piala, termasuk diantaranya 3 Piala Eropa (kini Liga Champions), 1 Piala UEFA, 6 Liga Inggris, dan 3 Piala Liga. Piala Eropa (kini Liga Champions) pertama kali digenggam Liverpool pada tahun 1977. Malam 25 Mei 1977 di Roma, menjadi malam tak terlupakan. Di babak final, Liverpool menumbangkan Borussia Moenchengladbach dengan skor 3-1, dalam melalui waktu tambahan.
Musim berikutnya, 1978, Liverpool berhasil mempertahankan gelar juara Piala Eropa, dengan mengalahkan FC Brugges 2-1 di babak final. Gelar ketiga juara Piala Eropa dipersembahkan Bob Paisley bagi Liverpool pada tahun 1981. Di pertandingan final, Real Madrid C.F. (0) ditaklukkan Liverpool (1).
Pada 1979, Liverpool sebagai juara Liga Inggris Divisi Satu mencatatkan hanya 16 kebobolan gol dari lawan-lawannya dalam 42 pertandingan. Sebagai juara bertahan, Liverpool tetap mengukuhkan diri sebagai juara liga pada 1980.
    Lagu You’ll Never Walk Alone menjadi lagu utama dan ikon Liverpool FC. Ditulis oleh Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II, untuk Broadway 1945 musikal “Carousel.” Dipopulerkan oleh Gerry Marsden dan band-nya The Pacemakers di Liverpool, pada Oktober 1963. Lagu ini bahkan menjadi lagu hit dalam tangga lagu ketika itu. Seluruh suporter melantunkan You’ll Never Walk Alone di Anfield sebelum pertandingan dimulai dan ketika masa istirahat paruh pertama. Sejak masa itu, You’ll Never Walk Alone diterima sebagai anthem Liverpool FC. Kini, pendukung setia Liverpool tak hanya menyanyikannya di Anfield saja. Di kandang lawan pun, dengungan You’ll Never Walk Alone sentiasa terdengar.
Lagu-lagu lain yang menjadi kegemaran di Anfield adalah lagu Poor Scouser Tommy, Fields of Anfield Road, Liverbird Upon My Chest, We’ve Won It Five Times dan Ring of Fire.

YOU’LL NEVER WALK ALONE

When you walk through a storm
Hold your head up high
And don’t be afraid of the dark
At the end of the storm
Is a golden sky
And the sweet silver song of a lark

Walk on through the wind
Walk on through the rain
Tho’ your dreams be tossed and blown
Walk on, walk on
With hope in your heart
And you’ll never walk alone
You’ll never walk alone

Kamis, 07 Juni 2012

perbedaan jaman

           Kadang merasa kasian, kadang sedih ataupun prihatin dengan perkembangan perilaku anak-anak jaman sekarang. Sungguh perbedaan yang terasa janggal melihat perilaku anak-anak seusia SD ataupun SMP yang sangat berbeda dengan jaman dimana saya masih seusia SD.

          Dulu setiap pulang sekolah saya bersama anak anak laki-laki seusia saya hanya kenal permainan gundu /kelereng, gangsing, layangan, petak umpet, tepok tazos hadiah dari chiki bagi yang perempuan mungkin barbie kertas, lompat tali, congklak dll. Tapi di era sekarang seperti berubah 180 derajat, banyak kita lihat anak SD ataupun SMP bermain internet di warnet yang memang lebih banyak hal negatif yang ada di internet dibanding positifnya. Kadang kita lihat anak sekolah berseragam SMP kebut kebutan dijalan membawa sepeda motor tanpa mempedulikan nyawanya sendiri ataupun orang lain, seperti sudah menjadi hal biasa bagi mereka, yang perempuan tampil bagai seorang pramuria dengan hotpansnya yang sangat pendek sampai-sampai seperti tidak memakai celana. Anak-anak SD mencoba rokok hanya untuk mengungkapkan jati dirinya, pergaulan bebas sebebas-bebasnya yang dianut mereka yang terpengaruh dari sinetron televisi yang mereka tonton. Tak jarang pula kita dengar anak SMP yang sudah hamil diluar nikah karena pergaulan bebas tersebut. Mungkin dihilangkannya pelajaran Budi pekerti sedikit berpengaruh dengan perilaku mereka, atau memang ini tanda-tanda kehancuran peradaban kita. who knows

Senin, 04 Juni 2012

Cara mengecek Blackberry second hand saat hendak membelinya

Berikut saya akan memaparkan hal apa yang perlu dilakukan jika hendak membeli handphone blackberry second

Pertama - tama yang harus anda lakukan adalah mengecek no imei yang ada dibelakang baterei apakah sama dengan yang ada di dus dan ada di dalem BB. Kedua cek imei apakah terdaftar di numbering plans atau tidak, lalu anda masukan simcard yang sudah terdaftar layanan Blackberry service untuk mengecek apakah BBM, YM, FB, browsing lancar-lancar saja. Jangan lupa untuk mengecek segel yang ada dibelakang handphone apakah sudah pernah dibongkar apa belum. Jangan lupa untuk mengetes semua tombol dan melihat layar dengan seksama apakah terdapat Deathpixel atau sebagainya.




  Jika semua sudah dilakukan jangan lupa untuk meminta garansi personal dari sang penjual agar kita bisa memastikan keadaan barang dirumah lebih baik lagi.