Kamis, 19 Mei 2011

Mengatasi Nervous Di Tempat Umum ini CARANYA

Nervous di tempat umum bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

Ada banyak masalah dan istilah psikologis yang meliputi kecemasan di tempat umum, seperti agoraphobia, social anxiety, social phobia, panic disorder hingga OCD (obsessive compulsivedisorder). Dan ada banyak pula cara yang dibuat untuk mengatasinya. Mulai dari meditasi hingga pengobatan medis.



Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi nervous di tempat umum, yang sudah aku coba sendiri. Semoga bermanfaat.

Mengamati detil-detil di sekitar. Memerhatikan detil arsitektur bangunan, jalan raya, pepohonan adalah cara yang baik untuk menyatu dengan lingkungan sekitar. Memberikan perhatian terhadap detil-detil yang berhubungan dengan kegiatan yang berlangsung membuat kamu lebih mudah untuk terhubung dengan pusat kegiatannya dan dengan orang-orang di dalamnya.

Menelan ludah, bernafas dalam. Saat menelan, kerongkongan akan menutup supaya makanan/minuman tidak masuk ke saluran pernafasan. Setelah itu, saat kerongkongan terbuka, paru-paru akan mendesak untuk mengambil nafas yang dalam. Ini yang akan memberikan penyegaran seketika di otak dan memberikan perasaan ringan.

Nafas 4-3-4. Bernafas yang dalam selalu baik untuk menurunkan kecemasan dan kegelisahan. Hirup nafas dari hidung selama 4 detik, tahan selama 3 detik, lalu hembuskan dari mulut selama 4 detik atau lebih. Kamu bisa menambahkan waktunya jika sudah merasa lebih rileks.

Menempelkan lidah ke langit-langit. Cara ini juga bermanfaat untuk memperkuat dan menstabilkan aura, sehingga kamu tidak mudah rentan terhadap energi negatif dari orang lain ataupun tempat asing.

Dan percaya atau nggak, menempelkan lidah ke langit-langit di belakang gigi bisa membuat senyuman kamu tampak lebih alami, lho. Nggak percaya? Coba aja ambil foto narsis kamu sambil melakukan cara ini. Pasti kamu bisa lihat perbedaannya.

Meningkatkan kerja otak kiri. Otak kananmu bisa memicu kegelisahan yang berlebihan yang bisa mengaburkan pandangan/penilaian realistis. Ini akan menimbulkan prasangka, pikiran negatif, dan perasaan-perasaan yang tidak perlu.

Untuk melatih dan membedakan cara kerja otak kanan dan kiri, coba kamu definiskan suatu benda menggunakan pikiran kreatif dan pikiran logismu.

Penamaan benda-benda modern biasanya menggunakan cara kerja otak kanan. Seperti rak buku, meja, kursi. Nama-nama benda ini bersifat intuitif dimana otak kanan akan menerjemahkannya sebagai satu kesatuan meliputi bentuk hingga fungsinya. Sementara otak kiri mungkin akan lebih suka mendefinisikannya sebagai "kayu yang dibangun menjadi berbagai perangkat kebutuhan manusia."

Intinya, otak kiri menerjemahkan hal-hal dengan menentukan cara kerja unsur-unsur yang terlibat dalam suatu rancangan dan/atau kronologis suatu kejadian sebab-akibat. Tidak ada gagasan absurd dalam cara kerja otak kiri. Dan kita butuh ini untuk bisa membaur kedalam situasi logis dan fokus pada satu tujuan yang sama dengan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar